Kamis, 16 April 2015

Journey ke Lombok Pulau Dengan Sejuta Pesona

Hay bajs ane mau cerita tentang pengalaman ane waktu menginjakan kaki ke pulau lombok,ya pulau yang sering dibilang sebagai kembarannya pulau Bali. Waktu itu pertengahan tahun 2012 kira2 bulan juni,ane bersama 2 rekan teman pergi berpetualang ke pulau lombok,ya ini dadakan sih sebenarnya dan sedikit nekat karena dari kita semua yang pergi belum ada satu pun yang udah pernah ke Lombok. Oiya personil yang pergi ke lombok ada ray, yohanes alias cukong, dan ane denit. Setelah mencari tau akses untuk ke lombok dan mencari tempat obyek2 wisata yang keren di lombok,tetapnya lusa kami pergi ke lombok. Perjalanan ke lombok kami tempuh dengan menggunakan kereta menuju Banyuwangi terlebih dahulu,kami naik kereta sri tanjung dari stasiun lempuyangan pukul 08.00 WIB waktu itu sih harga tiketnya hanya 35rb gatau deh klo sekarang. Kami janjian di Lempuyangan yg pertama tiba di stasiun adalah si ray,disusul ane dan si cukong mengikuti dibelakang.
            Setelah semua berkumpul kami pun bergegas menaiki gerbong kereta lupa ane dulu kami di gerbong berapa,soalnya udah lama banget kejadiannya...hehehe. dan tepat pukul 08.00 kereta pun bergerak manapaki rel2 yg penuh beban menopang roda dan beban gerbong yg berat ini, setelah memasuki stasiun Kleten alias Klaten ada insiden yg tak terduga di dalam kereta,ya petugas kereta mendapati seorang penumpang tak bertiket ada diatas gerbong,langsung saja petugas sigap dengan menurunkan paksa orang itu di tengah sawah setelah stasiun Klaten entah dimana itu lokasinya pokonya hanya ada sawah kering dan semak belukar,namun si penumpang ini tidak terima di turunkan dan ia mengambil batu dengan niat melemparkannya ke arah jendela kereta dan dengan sigap kami bertiga menunduk karena lemparannya tepat di depan jendela kami untuk saja tidak ada yg terluka. Setelah itu kereta kembali melanjutkan perjalanan,o iya kondisi  kereta ekonomi waktu itu tidak seperti sekarang yg sudah ber ac dan tidak ada penjual yg sewileran waktu itu disepanjang perjalanan kami dihibur oleh teriakan pedagang asongan yg mondar mandir menawarkan dagangannya. Bagi kami sih itu sangat membantu jika keadaan lapar kami tinggal membeli saja dagangan mereka hehehehe.
            Sore menjelang malam kami memutuskan untuk berjalan – jalan menyusuri lorong kehidupan eh maksudnya lorong kereta ding, dengan niat mencari obyek yang bening ( tau dong maksudnya apa obyek yang bening itu ),sampe digerbong paling belakang kami melihat ada sekelompok pemudi tampaknya mereka ingin naik gunung kalau dilihat dari dandanannya sih. Lalu saya memberanikan diri untuk mendekati gadis itu jreng jreng setelah melakukan beberapa speak speak gokil akhirnya terjadilah percakapan diatas kereta itu dan tak lupa saya mengajak kedua teman saya untuk bergabung dengan para gadis2 ini untuk berbincang malam di atas kereta namun saya lupa nama gadis itu siapa dan mereka hendak berlibur ke lombok dengan tujuan gunung rinjani. Tak lama berselang dari kejauhan saya melihat segerombolan lelaki yang sayasepertinya saya kenal salah seorang diantaranya setelah saya mendekat ternyata dia adalah teman saya,teman di perkumpulan mahasiswa Toraja Yogyakarta waktu itu bertemu diacara ibadah bersama di asrama,namanya bang deni, bang deni bersama 3 rekannya ingin berlibur ke dataran tinggi ijen,jailah kami ngbrol – ngbrol bersama di dalam kereta bersama rombongan gadis – gadis tadi.
            Pukul 20.00 kira – kira saya,ray,cukong, pergi ke gerbong restorasi karena lapar, saya dan ray memesan indomie rebus dengan telur dan secangkir teh anget,sedangkan cukong memesan kopi itam panas,suasana gerbong restorasi rame lancar ( yakelah kayak jalanan aja rame lancar ),maksudnya mah suasana di sana rame dengan banyak orang yang berkeliaran dengan di temani alunan lagu dangdut jadilah kami semua yang ada disitu menikamati malam dengan ceria.
            Pukul 22.00 kereta tiba di stasiun banyuwangi baru, ane,ray,cukong, pun turun karena ini adalah stasiun terakhir sebelum kami menyebrang ke pulau bali. Karena kami tiba di sana sudah terlalu malam maka kami memutuskan untuk menyebrang ke bali esok pagi oiya kami disini masih bersama dengan rombongan bang deni,sementara rombongan gadis pejuang rinjani itu berpisah dengan kami di stasiun ini mereka memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanan ke lombok. Kami pun beristirahat sejenak di warung yg tak jauh dari stasiun sambil memesan kopi dan menikamti gorengan for information aja nih gorengan di warung ini enak lho sampe kami semua ngabisin gorengan yang ada. Yang punya warung juga ramah dan sudah terbiasa sepertinya menerima gembel2 wisata ( klo bahasa kerennya sih backpackper.... hahahaha ). Kami pun ngbrol2 sama ibu yang punya warung dari mulai situasi di sekitar stasiun dan pelabuhan ketapang yang banyak banci nya dan situasi pelabuhan yang banyak premannya sampe banyak nya tukang tipu terutama kalau ditawari ojek jangan mau karena nanti bisa dikenakan harga yang mahal dan berbagai hal menarik lainnya. Setelah lama mengbrol kami dan rombongan bang deni mencari tempat untuk tidur kalau kata ibunya sih ada penginapan murah di belakang masjid yg tak jauh dari warung,namun karena bugjet kami pas2an dan klo udah terlanjur mau di pake untuk di lombok maka kami semua memutuskan untuk mencari hamparan tanah,akhirnya kami memutuskan untuk tidur di depan teras rumah orang yang dekat dengan pelabuhan namun tas kami kami titipkan di dalam rumah yang punya,malam itu pun kami tutup dengan tidur beralaskan koran dan beratap teras rumah orang....hahahaha
Tidur Beralaskan Koran yg Penting Bisa Tidur... hehehehe
            Pukul 05.00 suara kokokan ayam dan dinginnya angin membangunkan kami dari tidur yang panjang ini ( lebay banget yak )...... saya,ray dan cukong memutuskan untuk membeli tiket pulang dulu dari banyuwangi menuju jogja karena takut tak kebagian tiket. Setelah membeli tiket kami kembali ke rumah itu dan mengetuk pintu rumah untuk mengambil tas untuk melakukan persiapan menuju lombok. O iya karena rumah ini dekat dengan pos polisi dan pos polisi ini ada toiletnya jadi kami numpang bersih2 badan di sni nih... hehehe

Berfoto Dulu Dipagi Hari,Walau Muka Kucel yg Penting Tetap Eksis ya... hehehe
Foto Tanpa Si Bapak Angkot yg Nganterin Si Bang Deni 
            Pukul 06.00 kami berpisah dengan rombongan bang deni karena mereka mau ke ijen dan kami melanjutkan perjalanan menuju Bali,sebelum ke Lombok. Langsung aja kami menuju loket pembelian tiket waktu itu harga tiket penyebrangan Jawa – Bali Cuma 6ribu saja,perjalanan Jawa – Bali cukup singkat kok Cuma 45 menit aja namun guys cuaca ketika itu tidak bersahabat ombak tinggi sampai air laut masuk ke dalam dek kapal kami pun berguncang2 selama di perjalanan,namunkami menikmatinya. Oya sebelumnya saya bertemu dengan rombongan anak ekonomi UAJY sebelum masuk ke kapal mereka akan melakukan darmawisata ke Bali,saya ketemu dengan Janet dan Siska teman di UKM dulu....hahaha
Siap2 Mau Ke Bali,Kita Foto Dulu ya..... :)
Foto Diatas Kapal Menuju Bali
            Pukul 07.00 welcome to dewata island setelah sempat terombang ambing di laut karena kapal susah untuk bersandar didermaga,dikarenakan ombak yg tak bersahabat akhirnya kami tiba di Bali Island. Oiya untuk yg mau ke bali harus bawa ktp ya karena di pintu keluar pelabuhan ada pemeriksaan ktp. Setelah kami keluar area pelabuhan Gilimanuk kami pun berunding sebentar mau naik apa untuk lanjut ke padang bai ya padang bai adalah pelabuhan untuk kita dapat menyebrang ke pulau Lombok.  Karena kita kalau di Bali harus hati2 karena disini rawan dengan aksi tipu2 lah iya orang tarif angkutan umum di Bali ga tetap ko bisa berubah2 dan harga nya bisa berbeda dari tiap orang karena tarif disini tergantung dari kesepakatan. Sempat di pelabuhan kami ditawari oleh berbagai sopir angkutan,untuk menuju denpasar tapi kami tak cocok dengan harganya,dan ada sopoir yg maksa untuk kami ikut dengannya namun si sopir itu tak mengantarkan kami ke padangbai,ya padang bai adalah tujuan kami selanjutnya sebelum menyebrang ke lombok. Namun si sopir malah mengusulkan kami di anter ke jembrana katanya si sopir disana banyak angkutan yg menuju padangbai karna klo dari pelabuhan angkutan yg langsung ke padangbai sudah tidak ada jika pagi hari,ehm sih tidak begitu saja menerima tawaran si sopir ini udah ga tau tempatnya bisa aja kan nanti kita malah terlunta – lunta di jembrana...hahaha
            Akhirnya kami memutuskan untuk mencari tumpangan truk saja,karena ingin mencoba pengalaman baru dan ingin mengirit biaya hehehehe. Ya kami pun berdiri mencegat truk yg lewat berharap ada pak sopir yg baik hati mau mengantarkan kami.... namun ternyata susah juga ya nyegat truk itu ada yg mau tapi ga sampai ke padang bai, terik panas Bali mulai menyengat dan kami masih di area pelabuhan untuk mencari tumpangan sampai saking prustasinya kami ga dapat – dapat tumpangan truk mobil pun kami cegat tapi gada yg mau berhenti,mungkin di kira gembel kali ya kami...hahaha. samapai bus atma yg kami temui di banyuwangi lewat dan kami setop juga doi ga mau berhenti,sombong banget nih padahal kite kan juga anak atma....hehehe
            Setelah menunggu 3 jam lamanya kira – kira jam 10.00 WITA kita dapat truck yg mau di tumpangi,namun truck ini hanya sampai denpasar saja,ya kami pun berpikir gpp lah sampai denpasar juga yg penting segera cabut dari pelabuhan. Kami bertiga pun duduk di depan saya dan pak kernet di depan,dan ray cukong di kursi belakang,dan tas kami semua di belakang box, si ray dan cukong harus duduk bersempit – sempit ria...hahaha. kata bapak sopir perjalanan gilimanuk – denpasar di tempuh dalam waktu 6 jam perjalanan maklum kan kita naik truck jadi lebih lama,si bapak sopir ini asik untuk diajak bicara dan dia baik juga kita di traktir makan ma dia awalnya kita mau di traktir babi namun warung babi nya tutup...hehehe. dan si bapak sopir ini banyak bercerita tentang Bali,kalau di Bali harus hati2 karena di sini kurang nyaman untuk pendatang dan agak bahaya,dan tetap apa yg di omongkan oleh si bapak sopir seperti apa yg kami bayangkan,dan seperti pengalaman yg di dapat si ray dan cukong yg tahun lalu pergi ke Bali, so buat kalian yg mau ke Bali hati2 apalagi kalau kalian backpackeran. Dan di perjalanan kami bercerita dengan si bapak sopir yg ternyata juga pernah nyupir dari jawa menuju flores.
            Kira – kira pukul 16.00 kita sampai di denpasar kami di turunkan agak jauh dari terminal ubung,karena kata si pak sopir kalau kita di turunkan di depan terminal ubung kita akan langsung di serbu oleh calo2 yg berkedok preman. Setelah turun kami pun memutuskan untuk mencari angkutan ke padang bai di luar terminal saja karena jika masuk kami malas berurusan dengan calo2 dan preman. Ya buat informasi aja nih buat kalian yg ke Bali dan turun di terminal ubung waspada aja kalau turun dari bus, karena akan banyak calo2 yg akan menarik – narik anda untuk masuk ke dalam angkutan lainnya dan mereka pun memaksa. Setelah menunggu 1,5 jam kami tidak dapat angkutan yg menuju padang bai karena angkutannya penuh semua, setelah berapa lama kami di hampiri angkutan umum berwarna biru si bapak sopir menanyakan kami mau ke mana,kami bilang saja mau ke padangbai pak,si bapak sopir ini mau mengantarkan kami namun dengan harga yg sangat mahal,kami pun menolak karena terlalu mahal harganya dan ga bisa ditawar. Namun si bapak sopir ini tetap menunggu kami dan sedikit memaksa untuk kami naik ke angkutannya,si bapak malah bilang ayo naik dek ini saya mau ada upacara adat ( dalam hati ya udh pak kalau mau upacara pergi aja,kami juga mau nunggu angkutan yg lain kok ) dan dengan muka kesal si bapak pergi meninggalkan kami namun selang beberapa menit si bapak kembali lagi dan tetap memaksa agar kami ikut dengannya. Kami pun menolak,kira – kira menunggu 1 jam kami di hampiri lagi oleh angkutan yg menanyakan tujuan kami mau ke mana kami bilang ke : padang bai pak “, si bapak pun berkata kalau jam segini udah gada angkutan yg ke padang bai kalau mau ke padang bulan saja di sana masih ada angkutan menuju padang bai, karena takut ketipu kami pun berdiskusi dulu dan mencoba mencari di internet apakah ada angkutan dari padang bulan ke padang bai,menurut mbah google sih ada oke dan kami pun memutuskan untuk naik karena sudah terlalu lama kami menunggu di pinggir jalan,namun kami pun bernego dulu sama si sopir angkot tentang harga ke padang bulan, setelah mencapai kesepakatan dengan sopir kami pun naik.
            Perjalanan menuju padang bulan di tempuh dalam waktu 25 menit, dan kami pun turun dari angkutan, dan sampai di padang bulan kami pun harus berurusan dengan calo lagi yg seakan – akan menatap kami sebagai mangsa empuk, kami pun berulang kali harus menolak calo2 itu yg walaupun di tolak tetap saja memaksa,  tak lama berselang kami di hampiri sopir angkutan yg kali ini baik hati kepada kami dan dia ramah,dia turun dan bertanya kepada kami mau kemana dek, kami jawab saja padang bai pak,o ya udah ayo naik dek saya juga mau ke padang bai, kami pun bernego harga,setelah nego harga yg cukup alot di sepakati bahwa harga yg harus kami bayar adalah 25 ribu per orang,namun si sopir bilang kepada kami adek tunggu dulu saja di dalam gang sana,nanti saya jemput di situ tapi kalau ocalo yg tadi tanya,bilang saja sudah dapat angkutan kalau di tanya berapa harganya bilang saja lebih rendah dari harga normal,” oke siap pak kata kami “,dan benar saja ketika sudah bernegosiasi dengan si pak angkot, si calo itu datang lagi menghampiri kami,dengan muka yg seram dan tatap mata yg tajam,dia pun bertanya berapa ongkos kami bilang saja 15 ribu, dan ketika angkot nya datang kami pun langsung bergegas naik,dan si calo ini marah2 dengan pak sopirnya dengan bahasa Bali,dan kami pun bertanya dengan pak sopir itu kenapa si bapak2 yg tadi marah2 pak..? biasa dek ga dapat jatah dari saya,soalnya saya bilang saya Cuma di bayar ma adek harga pas,lah kok gitu pak kan bapak yg narik kenapa dia yg marah2....hahaha. si pak angkot berkata “ ya gitu dek kalau di sini,dia menganggap bahwa dia yg criin kita penumpang,ya namanya juga Bali dek “ oh gitu ya pak kita pun menjadi tau... hehehe. ( ini ane ga jelek2in orang sana ya bray tapi ini sesuai dengan apa yg ane alami dan ane temui di lapangan,yg perlu di ingat ga semua orang sana kayak gitu masih ada kok orang yg baik seperti bapak angkot ini,tapi kalian kudu tetap waspada kalau mau ke Bali ).
            Pukul 18.00 WITA kami sampai di padang bai, dan karena kelaparan kami pun memutuskan mencari makan. Di sekitar pelabuhan sedang berlangsung upacara di pura yg ada di area pelabuhan tersebut, dan di depan pura ada penjual nasi campur ( nasi babi ),langsung saja kami memesan nasi campur tersebut, porsinya lumayan kenyang dan harganya juga tak terlalu mahal cukup 13 ribu saja. Setelah makan kami pun istirahat sambil melihat upacara yg ada di pura,setelah itu kami pun berjalan menuju pelabuhan padang bai, namun karena kami tiba di situ sudah sore dan menjelang malam,kami memutuskan untuk menyebrang ke lomboknya esok pagi saja, dan bermalam di pelabuhan. FYI harga tiket Padang Bai – Lembar 36ribu dengan waktu tempuh 6 jam. Setelah menghitung waktu tempuh diputuskan kita akan menyebrang jam 03.00 supaya samapi di lobok masih pagi dan kita bisa mencari angkutan dengan mudah.Dan kami pun tidur di ruang tunggu pelabuhan yg keadaannya memprihatinkan dan sepi.  
Suasana Ruang Tunggu Pelabuhan Padang Bai Dimalam Hari 
            Tepat pukul 03.00 WITA kami menuju loket dan membeli tiket penyebrangan menuju lombok,kami pun naik ke atas kapal dan memilih tempat duduk,o ya di kapal ini juga ada ruangan untuk tidur dengan sewa sebesar 30rb sudah termasuk kasur,hehehe. Karena kami menuju lombok dini hari dan mata masih mengantuk kami memutuskan untuk tidur saja di karena masih 6 jam lagi kami sampai di lombok. Pukul 06.00 saya terbangun dan iseng untuk ke deck kapal,menikmati udara pagi di laut dengan hembusan angin,dan kilauan mentari yang mulai menyapa,sejuk sekali udara pagi ini dengan ombak yang tenang tak seperti ombak di selat Bali,katanya sih emang bulan Juni itu bulan yang bagus untuk ke Lombok naik kapal karena ombaknya lagi tenang dan cuacanya bagus.
Ini Tempat Kami Bermalam Di Bali 
Pagi Hari Diatas Kapal Di Tengah Selat Lombok ( Pagi Dunia ) 
Cukong Sedang Meneropong Jodohnya... hehehee 
            Tepat pukul 10.00 kapal bersandar di pelabuhan Lembar Lombok,dan kami pun langsung turun dari kapal dan, mencari angkutan untuk menuju kota mataram ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Barat,dan dengan tujuan Senggigi karena kami akan menginap di Senggigi selama di Lombok. Ssetelah mendapatkan angkutan kami pun naik,waktu itu kami naik angkutan carry,awalnya kami hanya ingin turun di ampenan lalu dari ampenan lanjut naik angkutan lagi menuju senggigi,namun si sopir ternyata bangke juga kami di anterkan menuju senggigi langsung ( enak sih jadi ga usah cari2 angkot lagi,namun si sopir 




















Pagi Lombok................. 
Besandar Di Pelabuhan Lembar 
langsung menembak dengan ongkos yang
 mahal dari tarif biasanya,dan kebetulan si sopir orang Bali bukan nya ane sensi nih ma orang Bali tapi pengalaman liburan ane ga menyenangkan mulu tiap ketemu orang Bali ). 

Melihat Festival Senggigi ( Muka Masih Capek Banget nih )... hahaha 

Menikmati Sore Di Pantai Senggigi
Birunya Laut Gili 
ILOVE GILI Trawangan...........
Cukong Bersepedah Di Gili Trawangan 
Masih Bersepeda Di Gili 

Festival Senggigi



Ya udeh deh mau gimana lagi akhirnya kami pun langsung nerima gitu aja. Dan kami pun minta kepada si sopir untuk mengantarkan kami sampai mendapatkan penginapan baru dia boleh pergi. Akhirnya setelah muter2 nyari penginapan yang cocok dari sisi harga,kami menemukannya tidak jauh dari pantai senggigi dengan harga 110rb dengan fasilitas tempat tidur ac,kopi, ekstrabed,lumayanlah buat para gembel touring seperti kami ini. Sore itu kami pun menikmati jalan2 sore di senggigi dan esok pagi kami akan menuju gili trawangan. Ketika kami sedang berjalan2 di pantai senggigi kami di hampiri oleh nelayan yang menawarkan kami untuk menuju ke gili trawangan dan dua gili lainnya yaitu gili air, dan gili meno. Gili adalah sebutan untuk pulau kecil dalam bahasa Lombok, di sana pulaunya masih bagus karena tidak ada kendaraan bermotor,yang ada hanya sepeda dan cidomo ( delman dalam bahasa setempat).






Di  Gili  baik trawangan,Meno dan Air kita dapat bersnokling ria dengan alamnya yang masih asri. Oya si bapak tadi yang nawarin untuk mengantarkan kami ke Gili trawangan juga sudah termasuk sewa peralatan snorkling namun sayang si bapak tidak punya kamera under water jadinya kita tidak bisa memotret keindahan bawah laut Gili. Setelah mengobrol2 besok pagi kita bertemu kembali di senggigi untuk menuju Gili. Untuk perjalanan selama kami di Lombok nanti akan ane ceritakan per part ya di tunggu aja guys part selanjutnya.......... ( to be continued )

  Oya untuk liburan di Lombok banyak tempat wisata yang bisa kalian tuju,kalau di Lombok Barat ada Senggigi dengan pantai nya yang bagus, ada Gili ( Trawangan, Air, Meno),ada istana Air mayura di namada, bergeser ke utara ada Gunung rinjani, ke timur ada deretan pantai bagus seperti pantai Kuta ( jangan salah Lombok juga punya Kuta,yang lebih bagus dan masih sepi di bandingkan Kuta di Bali ), ada pantai Tanjung Aan ( yg menurut ane ini adalah pantai terkeren yang ane kunjungi selama di Lombok ), ada desa Sade ( desa wisata suku sade yg merupakan suku asli Lombok ). Dan masih banyak lagi,kalau mau lebih lengkap ya googling aja... jangan lupa berwisata ke Lombok dan nikamtilah alamnya,dan tetap merawat dan menjaga keindahan alam Indonesia ya guys.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar